Stop nyinyirin fisik orang lain, stop body shaming!

Mungkin ada kalian yang sudah pernah mendengar istilah ini, atau bahkan baru mendengar pertama kali istilah tersebut. Kita sama-sama cari tahu lagi yuk, seperti apa body shaming itu.
Dijelaskan dalam https://en.oxforddictionaries.com/de…n/body_shaming mengenai pengertian body shaming yaitu :

The action or practice of humiliating someone by making mocking or critical comments about their body shape or size.

Bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia memiliki pengertian sebagai berikut:

Tindakan atau praktik memalukan seseorang dengan membuat komentar mengejek atau kritis tentang bentuk tubuh atau ukurannya.

Kenapa saya memilih mengangkat topik ini, karena sejatinya body shamming terjadi tanpa kita sadari! Hah, gak sadar gimana? Oke ane berikan contohnya ya. Kamu pasti punya dong teman, atau keluarga yang memiliki ukuran tubuh berlebih. Kemudian dengan santainya kita bilang “Eh gendut!”emoticon-Cape d... (S)
Nah, tanpa sadar kita melakukan body shamming terhadap orang tersebut, dan kita kan gak tau bagaimana kata gendut itu memberi efek yang berbeda pada setiap orang.

Dalam dunia gay, body shaming termasuk mempermasalahkan kulit, bentuk penis, tinggi pendek, dan lain sebagainya. Padahal itu semua adalah karunia dari sang Pencipta, cukup dan stop bullying ya bro. Kita harus menerima dengan keadaan fisik kita sekarang, karena bagi sebagian kita “attitude dan inner beauty” adalah modal utama dalam pergaulan, tanpa memandang kekurangan fisik.

Contoh lainnya nih kita punya teman yang tubuhnya kurus. Lalu suatu hari kita menyapa mereka dengan panggilan ‘Woy cungkring!’ Ada teman yang terlalu tinggi, kita sebut mereka tiang listrik, ada teman yang terlalu pendek, kita sebut mereka kuntet. Segala macam kekurangan tubuh dipermasalahkan, seperti itu gambarannya.

Mungkin saja ada yang menanggapinya dengan santai, tapi bagaimana bila efek negatif yang terjadi? Who knows?

Karena itulah artikel ini lahir serta ane memilih topik ini dengan tujuan untuk mengedukasi kita supaya sama-sama mengetahui apa itu body shaming, seperti apa itu body shaming, bagaimana efeknya terhadap korban, dan lainnya, semata-mata supaya kita bisa menjadi lebih selektif dalam melontarkan kata-kata dan belajar menghargai perbedaan tubuh pada setiap orang

Kita sejatinya manusia yang kadang lalai dan tanpa sadar melakukan body shaming, karena itu mari saling mengingatkan!

Untuk mengetahui apa yang dirasakan oleh para korban body shaming sebenarnya sederhana sekali. Saya beri pertanyaan untuk agan sista: Bagaimana perasaan kalian bila disebut gendut, jelek, kuntet, tonggos, jerawatan oleh orang-orang di sekitar kalian?emoticon-Frown

Tidak perlu saya tuliskan jawabannya karena kalian pasti mengerti. Jadi mari kita renungi sama-sama. Para korban body shaming menerima sebutan yang ane tulis diatas dalam frekuensi yang tidak sedikit. Sudah banyak kasus bunuh diri, ataupun depresi yang mengintai mereka para korban body shaming .

Apakah kalian kuat mendengar cemoohan teman-teman, orang lain, yang memandang sinis bentuk tubuh kita yang padahal sudah diperhitungkan dengan cermat dan sempurna oleh sang Maha Pencipta?

Kebanyakan para pelaku body shaming ini berlindung dibalik kata bercanda, ya bercanda!

“Loh, kita kan gak serius bilang dia gendut!”
“Elah, baperan banget sih?”
“Selaw aja keles kita cuma bercanda, biar have fun gitu.”
Dan sederet pembelaan basi lainnya

Yah, saya kasih tau sekali lagi, kalian memang bercanda, tapi bercanda di atas kekurangan orang lain. Apakah yang seperti itu bisa dibilang lucu?

Come on guys, kita diberi otak dan pikiran untuk digunakan, termasuk salah satunya untuk merasakan empati! Setiap kita ingin berbuat sesuatu, coba pikirkan kembali bagaimana bila kita yang mengalami hal tersebut. Bila kita bisa menerapkan hal itu, ane yakin kok kalian bisa lebih menjaga ucapan dan menghargai perbedaan pada setiap orang.

Tidak bisa kita pungkiri bahwa kita tidak selamanya hidup dalam hari-hari yang penuh dengan hal positif, akan selalu ada hal negatif yang akan kita terima. Kalian tidak perlu bersedih dan berkecil hati bila menerima perlakuan body shaming dari orang di sekitar kalian.

Kita harus tanamkan pada kepala kita bahwasanya Tuhan telah menciptakan mahluknya sempurna. Akan selalu ada kelebihan di setiap kekurangan yang ada, karena itulah dikatakan sempurna. Kalian harus percaya, seiseng apapaun mereka mencemooh, tetaplah mencintai tubuh kita, karena tidak ada pabrik KW-nya dimanapun.

Jangan lupa untuk selalu berpikir positif. Saat teman mengatakan bahwa kita gendut, maka ambillah hal positif dari ucapan itu bahwa kita harus berolahraga, barang kali memang kita sudah lama tidak olahraga, jadi agak melar, bisa jadi kan?
Saat teman mengatakan kita terlalu kurus, mungkin kita diberi kesempatan untuk makan sepuasnya, supaya tubuh kita lebih berisi dan menggemaskan.

Intinya, take it positive! Berbahagialah dan abaian saja mereka yang nyinyir dan sibuk mengurusin bentuk tubuh orang lain