Judicial Review Ditolak, Aktivis Gay Sebut MK Main Aman

Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan menolak mengadili gugatan agar Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) bisa dipidana. Putusan MK tersebut dipahami oleh aktivis Gay, Dede Oetomo yang mengajukan judicial review.

Dede mengaku mengapresiasi jika MK menolak uji materi yang ia ajukan. Meski uji materinya di tolak oleh hakim MK, tetapi Dede menilai hakim Mk sama sekali tidak berpihak.

Ini contoh yang baik. Karena ada satu lembaga yang mengambil keputusan di atas semua golongan,” ujarnya dikutip dari detik.com
Dalam sidang MK, hakim menyerahkan urusan peraturan perundang-undangan soal pemidanaan LGBT sekaligus kumpul kebo kepada lembaga yang bertugas membikin undang-undang, yakni DPR dan Presiden.

MK main aman,” pungkasnya.
Orientasi seksual dan perkara seksual lainnya termasuk ranah privasi yang perlu dilindungi. Aparat penegak hukum tak perlu mengurusi soal ranah seks paling privat yang dilakukan warga negara.

Berapa juta orang yang berhubungan seksual secara tidak sah? Kalau diurusi sama polisi begitu, apa polisi nggak punya kerjaan sehingga ngurusi orang ML (making love)?” ujarnya.

Soal gugatan yang ditolak MK itu, menurut Dede pihak penggugat itu kurang tepat dalam beraksi.

“(Penggugat) Salah alamat. Kalau mau, usulkan ke DPR karena DPR-lah yang berwenang membuat undang-undang dan membuat pasal di KUHP,” kata Dede.