Jangan anggap remeh dan pandang sebelah mata gay

Mungkin ini yg membuat kaum gay, lesbian selalu kesepian, dan membutuhkan cinta, kasih sayang yg tulus. Gimana tidak, kita selalu merasa hampa, jenuh dan sepi. setiap mau gabung dengan teman yang straight (yang dianggap normal)  kita harus berperilaku seperti mereka, dan berpura-pura menyenangi apa yang mereka suka (kecuali yg biseks). Jika ada kaum gay sejati (mau top atau bot atau vers pasti ada gemulainya) pasti akan diledek (bencong atau banci) maka orang tersebut akan memilih sendiri, berkurung dirumah, mencari teman yang bisa menerima mereka yaitu kebanyakan (perempuan).

Apa sih salahnya kaum gay? Nggak semua kaum gay itu suka melakukan hal bejat, seperti RIAN PEMBUNUH ITU, atau seperi ORANG YG SUKA SODOMI, ini orang-orang yang berpikiran centek, IQ jongkok karena mereka kaum gay divonis tidak baik. Padahal kaum gay juga bisa memberikan penghargaan, seperti salah satu pencipta I-phone Tim Cook beliau mengaku sebagai seorang gay (CEO Apple), Alan Turing pencipta komputer dll.

Tim Cook CEO Apple
Ahli matematika dan pencipta cikal bakal komputer

Kita juga bisa memberikan prestasi yg baik. Dan prestasi kita juga digunakan orang yang dianggap normal (heteroseksual). Kita hanya punya orientasi seksual yang berbeda. Kita butuh kasih sayang dan cinta seperti orang normal lain. Namun salahnya kebanyakan kaum gay menyalah gunakan naluri seksual mereka. Mereka menganggap jika berhubungan intim dengan sesama tidak akan ada yang rugi atau tidak akan hamil. Yah…. Memang benar tidak ada yang rugi tapi apa kalian tahu HATI dan PERASAANLAH yg kalian sakiti!

Tentang dosa, yakin para ulama nggak berdosa? Yakin orang-orang yang sering ibadah nggak berdosa? Masalah dosa TUHAN yang menentukan, TUHAN yang tahu.

Gay yang gila seks itu tergantung orangnya, seperti halnya orang normal, tergantung sama orangnya, kalau dia tukang kawin atau tukang selingkuh atau tukang ML sama pelacur apa itu nggak dosa?

Gay bukanlah pilihan, kita hanya pasrah menjalani hidup yg penuh kemunafikkan ini, Jadi jangan pandang gay sebelah mata, dan mari kita para kaum LGBT memperbaiki sifat kita yang glamour atau menganggap rendah tentang seks.